2015/02/20

200215 My Dream Cities, Seoul & Busan


Beberapa  hari fokus mencari beasiswa S2 di Korsel, aku lupa pada fakta "apa sebenarnya mimpiku". Mimpiku adalah ingin belajar, berkarya, dan tinggal di Seoul atau Busan. Apakah menjadi mahasiswa S2 jawabannya? Jika aku berhasil mendapatkan beasiswa S2 di Korsel, kedua orang tua sudah pasti bangga, dan itu adalah salah satu hal yang aku inginkan. Tetapi, jurusanku bukanlah sesuatu yang ingin kupertahankan. Jika teman-teman belum tahu, jurusanku adalah Teknik Informatika dan demi apapun, jika harus jujur, aku tidak mencintainya. Bisa? Bisa. Tapi, sayangnya tidak ada ikatan antara hati terdalamku dengan bidang ini.

Aku cinta dunia menulis. Aku selalu membayangkan bisa tinggal di kota impianku dan berkarya lewat tulisan, desain, dan fotografi. 3 hal tersebut adalah vitamin dalam hidupku. Aku sudah menemukan dan membuktikan bakat menulisku sejak SMA, tetapi dalam hal desain dan fotografi aku baru ingin memulai. Mungkin aku tidak terlalu berbakat dalam kedua bidang yang aku sebut terakhir. Tetapi, siapa takut? Jika ada keinginan pasti selalu ada jalan.

Aku sangat mencintai kedua orang tuaku. Aku tidak ingin mengecewakan mereka dalam hal apapun. Tetapi, sayangnya keduanya sangat menentang keinginanku untuk keluar dari jalur Teknik Informatika untuk mengejar bidang yang aku yakini akan membuatku bisa bersinar lebih dari bidang yang sekedar aku dalami di bangku kuliah. Bidang yang benar-benar membuatku merasa bersemangat selalu. Bidang yang orang-orang barat menyebutnya, passion. Adakah teman-teman yang mengalami hal yang serupa? Jika iya, adakah tips untuk keluar dari masalah ini? :(

Kedua orang tuaku sangat yakin meskipun aku tetap mendalami bidang Teknik Informatika, aku tetap bisa sukses pada bidang yang aku sukai. Tetapi, aku tidak berpikir demikian. Bukankah semua orang yang sukses pada 1 bidang selalu berkata, fokus pada 1 pekerjaan lebih baik dari fokus pada banyak pekerjaan. Aku bukan berusaha mengesampingkan ilmu Teknik Informatika yang dengan susah payah aku timba selama 4 tahun terakhir. Aku hanya ingin mencoba mendalami bidang lain. Salahkah keinginanku? Salahkah setelah lulus D4 dari suatu bidang kemudian kuliah S1 lagi demi mendalami bidang lain? 

Seandainya aku magically diperbolehkan mendalami bidang yang aku sukai, rencanaku setelah lulus D4 adalah berusaha mendapatkan beasiswa S1 di Korsel jurusan bahasa Korea atau bahasa Inggris. Setelah berangkat ke Seoul atau Busan, di sela-sela kuliah aku akan menyempatkan banyak waktu untuk berkarya dalam bahasa Indonesia, Inggris, dan Korea. Setelah lulus, aku akan berusaha lebih keras lagi untuk mendapatkan beasiswa S2 jurusan serupa di Seoul atau Busan. Total, aku akan menghabiskan 6 tahun di Korsel dan usiaku saat itu sudah 28 tahun. Waktu yang tepat untuk kembali ke Indonesia dalam keadaan sudah sukses dari tulisan-tulisanku.

Yang sedang bingung,
Chalwoo

2015/02/11

070215 My Dream Cities, Seoul & Busan


Akhir 2014 adalah masa-masa sulit buatku dan sebagian besar mahasiswa tingkat akhir D4 TI Polinema. Menjelang UAS semester 7 di bulan Januari, tugas besar menumpuk menunggu gilirannya untuk dikerjakan. Belum lagi persiapan proposal skripsi.

Luckily, Infinite brightens my day. Sampai pada tingkatan aku lupa untuk mengerjakan skripsi haha. Tapi revisi proposal tetap aku kerjakan dengan serius di awal waktu. Senin 9 Februari, aku mahasiswa pertama yang datang ke kampus untuk menyerahkan revisi proposal. Patut berbangga, minimal untuk diriku sendiri karena biasanya aku selalu belakangan :P Aku merasa semakin dewasa. Sekarang aku sudah bisa melawan rasa malas dan mengerjakan segala sesuatu di awal waktu, tidak mendekati deadline.


Seorang teman selalu berkata bahwa di Korea, penampilan adalah nomor 1. Cantik tidaknya sesorang adalah hal yang selalu dinilai secara otomatis. Beberapa bulan ini kondisi kulitku sedang tidak bagus karena stres akibat tugas. Maka dari itu, aku ganti perawatan kulit dengan yang lebih baik dan bertekad untuk memperbaiki kondisi kulitku. Tidak berniat kalah dari L dan Sungjong!^^

Taken from kpopselca.com

2015/02/08

060215 My Dream Cities, Seoul & Busan

Seoul & Busan. My dream cities. Dari Jakarta ke Seoul hanya butuh 7 jam perjalanan dengan pesawat. Tapi lebih dari yang bisa kulihat di peta, kedua kota ini terasa sangat jauh. Terutama karena mimpiku. Di kota itu aku bermimpi untuk bisa belajar dan berkarya. It's a mere dream from a mere girl, I know. Tapi jujur, ikatan dengan kota ini sangat kuat, padahal semuanya dimulai tak lama sebelum hari ini.

Taken from Instagram of Infinite L

Infinite. Tidak menyangka aku bisa belajar banyak dari idol group yang satu ini. Dari mereka aku belajar arti kerja keras. Dari mereka juga aku belajar bahwa all-nighter adalah hal kecil yang harus rela dikerjakan untuk mencapai kesuksesan. Lebih dari itu semua, aku belajar bahwa kesehatan adalah yang terpenting. Olah raga kini menjadi rutinitas harian dan minum air putih menjadi kebiasaan.

Aku masih ingat pengalaman jatuh sakit setelah all-nighter 3 malam berturut-turut mengerjakan proposal skripsi dan tugas kampus. Meski begitu, aku tidak menyesal karena kini ada satu kenangan yang membuatku merasa lebih dekat dengan mimpiku dan Infinite. Aku tahu member Infinite pasti pernah jatuh sakit dan tidak hanya sekali dua kali selama latihan dan perform.

Infinite tinggal di kompleks apartemen Hapjeongdong Mapogu, Seoul dan pernah mempromosikan kota Busan. Easy to say, merekalah yang mengikatku dengan 2 kota tersebut. Chalwoo - Infinite - Seoul & Busan.

PS: aku tahu beberapa bulan atau tahun setelah menulis hal ini aku mungkin merasa konyol dengan tulisanku. Tapi saat ini, aku benar-benar ingin tinggal dan belajar serta berkarya di salah satu atau kedua kota itu. Lagi pula, menurutku tidak salah mendapat inspirasi dari idol grup asalkan aku terinspirasi menjadi lebih baik.

Tidak ada impian yang tidak diawali dari yang kita kerjakan saat ini. Yang harus kulakukan saat ini adalah fokus skripsi. Yup. Fighting! My dream cities too, Fighting! Semoga secepatnya aku bisa melihat jalan yang lebih terang untuk menuju kota impianku.


Saat ini aku sedang semangat belajar bahasa korea. Aku melakukannya secara otodidak. Belajar bahasa apapun sejauh ini tidak masalah buatku karena aku rasa aku punya bakat khusus dalam mempelajari bahasa yaitu kemampuan meniru akses secara tepat. Tidak terkecuali bahasa Korea. Dari menonton drama Korea saja, aku belajar banyak dalam hal pronounciation. Dan dari website pembelajaran bahasa Korea gratis aku belajar baca-tulis Hanguk.

Saat ini kemampuan membacaku masih minim tetapi secepatnya aku yakin bisa membaca Hanguk selancar bahasa Indonesia dan Inggris. Afterall, yang paling kubutuhkan saat ini adalah semangat. So, here's a fighting from Infinite L!^^

Taken from Instagram of Infinite L

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...